
Introduction to Machine Learning for Business Purpose in The Future
Program Studi Sains Data, Jurusan Sains (JS), Institut Teknologi Sumatera (ITERA) sukses menggelar kegiatan rutin Studium General Keempat di Semester Genap Tahun Akademik 2021/2022, dengan mengusung tema “Introduction to Machine Learning for Business Purpose in The Future”
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu, 24 April 2022 tersebut dihadiri 189 peserta dari lintas instansi dan mahasiswa serta menghadirkan narasumber/pembicara Risman Adnan, Ph.D yang merupakan Direktur di Samsung R&D Institute Indonesia (SRIN). Beliau mempunyai pengalaman dalam pengembangan software, penelitian, marketing dan sales. Beliau juga memiliki pengalaman lebih dari 21 tahun di perusahaan teknologi global serta startup. Selain itu, Beliau juga aktif mengajar Machine Learning dan AI di Universitas Indonesia, Universitas Telkom dan Universitas Hasanudin.
Kepala Pusat Riset dan Innovasi Bigdata, Acep Purqon, P.hD., dalam pembukaannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bertujuan untuk menggali dan menambah wawasan mengenai Machine Learning. Beliau juga menyampaikan jika mahasiswa ITERA harus mampu bersaing dalam dunia industri. Acep, Menyampaikan jika kedepannya kegiatan ini akan berlanjut ke Kerjasama antara Institut Widya dan prodi sains data, karena hal ini sangat mendukung kurikulum MBKM. Kegiatan secara simbolis dibuka oleh beliau dan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi yang dimoderatori oleh Christyan Tamaro Nadeak, M.Si yang juga merupakan Dosen Sains Data.
Bapak Risman Adnan, menyampaikan bahwa data dapat didapatkan darimana saja yang berupa, text, gambar, video, dll. Machine Learning sendiri ada dikarenakan ada suatu pola dari data, tidak punya solusi analitiknya dan punya data yang cukup. Dimana dari ketiga hal tersebut, tidak bisa dilakukan oleh manusia sehingga membutuhkan bantuan komputasi. Beliau juga menyampaikan bahwa untuk dapat mengerti mengenai bagaimana bisa mengatahui tentang Machine Learning harus memahami terlebih dahulu tentang pemodelan matematika.
Saat ini untuk lulusan Sains Data, background mahasiswa harus kuat dalam matematika, probability, dan statistik. Beliau juga menambahkan bahwa beberapa engineering, melihat bahwa Machine Learning dan AI merupakan programming padahal ini bukan programming melainkan pemodalan matematika. Dimana ilmu ini merupakan ilmu yang akan terus berkembang. Beliau menyampaikan saat ini untuk data engineering sangat dibutuhkan, dimana data engineering harus mengetahui tentang algoritma yang akan selalu berurusan dengan software.
Para peserta yang mayoritas adalah mahasiswa turut aktif mengikuti acara ini dengan menyampaikan berbagai pertanyaan pada sesi tanya jawab. Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta dapat memahami kajian data sains dan perananya dalam dunia bisnis.



