“Mengenal Depresi dan Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Generasi Muda”
Studium Generale, 4 April 2026
“Mengenal Depresi dan Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Generasi Muda”
Program Studi Sains Data, Institut Teknologi Sumatera

Program Studi Sains Data, Fakultas Sains (FS), Institut Teknologi Sumatera (ITERA) sukses menggelar kegiatan rutin Studium Generale kedua di semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 dengan mengusung tema “Mengenal Depresi dan Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Generasi Muda”.


Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 4 April 2026 secara daring melalui Zoom Meeting dengan menghadirkan narasumber Dr. Rika Damayanti, M. Kep., Ns., Sp.Kep.J., sebagai Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Psikologi Islam UIN Raden Intan Lampung. Pada pembukaan kegiatan Studium Generale ini, disampaikan kata sambutan dari Dekan Fakultas Sains Institut Teknologi Sumatera, Dr. Ikah Ning Prasetiowati Permanasari, S.Si., M.Si. Beliau menyampaikan bahwa tema kesehatan mental sangat relevan bagi generasi muda di era digital saat ini. Menurut beliau, perkembangan teknologi membawa banyak kemudahan, namun juga menghadirkan tantangan yang dapat memengaruhi kondisi psikologis mahasiswa. Oleh karena itu, melalui Studium Generale yang mengusung tema “Mengenal Depresi dan Pentingnya Kesehatan Mental bagi Generasi Muda”, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman serta kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental.
Selanjutnya, kegiatan secara simbolis dibuka oleh beliau dan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dimoderatori oleh Ibu Ira Safitri, S.Si., M.Si., dosen Program Studi Sains Data ITERA. Dalam pemaparannya, Dr. Rika Damayanti menjelaskan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Sensus Penduduk Tahun 2020, Generasi Z merupakan penduduk yang lahir pada tahun 1997–2012 dengan jumlah mencapai 71.509.082 jiwa, sehingga menjadi kelompok usia terbanyak di Indonesia. Generasi ini memiliki berbagai potensi, seperti keterbukaan terhadap informasi, kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi, motivasi untuk berkembang, serta sikap yang cenderung terbuka terhadap perubahan. Namun demikian, terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan, seperti kecenderungan individualistis dan egosentris, kurang fokus terhadap satu hal, kurang menghargai proses dan lebih tertarik pada hasil instan, lebih memprioritaskan aspek finansial, emosi yang cenderung labil, serta ketergantungan tinggi terhadap teknologi yang dapat memengaruhi kemampuan dalam
menghadapi situasi konvensional.
Beliau juga menyoroti kondisi kesehatan mental Generasi Z yang perlu menjadi perhatian serius. Berdasarkan Survei Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022, sekitar 5,5 persen remaja usia 10–17 tahun didiagnosis mengalami gangguan mental dalam 12 bulan terakhir. Selain itu, sekitar 34,9 persen remaja memiliki setidaknya satu masalah kesehatan mental. Dalam terminologi yang tepat, individu yang telah terdiagnosis gangguan jiwa disebut sebagai Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), sedangkan individu yang mengalami masalah kejiwaan namun belum terdiagnosis disebut sebagai Orang dengan Masalah Kejiwaan (ODMK). Penggunaan istilah yang tepat penting untuk menghindari stigma negatif di masyarakat.
Lebih lanjut, Dr. Rika Damayanti memaparkan peningkatan kasus bunuh diri di Indonesia. Data hingga tahun 2024 menunjukkan bahwa dari Januari hingga Agustus 2024 tercatat 852 kasus bunuh diri. Memasuki tahun 2025, dari Januari hingga November tercatat 1.270 kasus, dengan rata-rata sekitar empat kejadian per hari. Sebagian besar pelaku berada pada rentang usia produktif, termasuk kelompok usia remaja dan dewasa muda. World Health Organization (WHO) juga melaporkan bahwa hampir setengah dari kasus bunuh diri terjadi pada rentang usia 10–39tahun. Dr. Rika Damayanti menekankan bahwa angka tersebut merupakan data yang dilaporkan, sementara kasus yang tidak terekspos diperkirakan lebih banyak.
Dalam penjelasannya mengenai kesehatan mental, Dr. Rika Damayanti menyampaikan bahwa kesehatan mental merupakan kondisi kesejahteraan individu yang memungkinkan seseorang mengenali potensi dirinya, mampu mengatasi tekanan hidup, bekerja secara produktif, serta berkontribusi bagi lingkungannya. Kesehatan mental tidak hanya berarti bebas dari gangguan jiwa, tetapi juga mencakup keseimbangan emosional, psikologis, dan sosial. Depresi dijelaskan sebagai gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih berkepanjangan, kehilangan minat, penurunan energi, gangguan tidur, perubahan nafsu makan, kesulitan konsentrasi, serta munculnya perasaan tidak berharga dan putus asa. Depresi berbeda dengan kesedihan biasa karena berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan dapat mengganggu fungsi akademik maupun sosial. Apabila tidak ditangani dengan baik, depresi dapat meningkatkan risiko munculnya ide bunuh diri.
Beliau juga menjelaskan bahwa perilaku bunuh diri umumnya melalui tahapan, mulai dari munculnya ide, perencanaan, hingga percobaan. Faktor risiko dapat berasal dari tekanan akademik, masalah ekonomi, konflik keluarga, perundungan, hingga faktor biologis dan hormonal. Di sisi lain, faktor protektif seperti dukungan keluarga, lingkungan pertemanan yang positif, komunikasi terbuka, serta akses terhadap layanan kesehatan mental dapat membantu mencegah kondisi yang lebih serius. Sebagai langkah awal penanganan, diperkenalkan konsep Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama psikologis, yaitu upaya memberikan rasa aman, mendengarkan secara empatik tanpa menghakimi, serta membantu individu memperoleh dukungan yang dibutuhkan.
Mahasiswa diimbau untuk meningkatkan literasi kesehatan mental dan tidak ragu mencari bantuan profesional apabila mengalami tekanan psikologis. Para peserta yang mayoritas merupakan mahasiswa turut aktif mengikuti kegiatan ini dengan menyampaikan berbagai pertanyaan pada sesi diskusi. Antusiasme tersebut terlihat dari beragam pertanyaan yang diajukan terkait cara mengenali gejala depresi, strategi menjaga kesehatan mental di tengah tekanan akademik, serta upaya menciptakan lingkungan kampus yang lebih suportif.















