Echoes of Insight: Becoming a Data Scientist Who Commands Attention

STUDIUM GENERALE, 3 MEI 2025
Program Studi Sains Data Fakultas Sains (FS) ITERA telah menyelenggarakan kegiatan rutin Studium Generale ke-22 Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 dengan tema “Echoes of Insight: Becoming a Data Scientist Who Commands Attention.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 3 Mei 2025, dengan narasumber Bapak Adhi Rahmadian, M.Si., seorang Data Scientist, Dosen, sekaligus petani hortikultura.
Pada pembukaan kegiatan, Kaprodi Sains Data, Bapak Tirta Setiawan, S.Pd., M.Si., memberikan sambutan bahwa Studium Generale bertujuan memberikan wawasan tambahan di luar materi perkuliahan, serta meningkatkan soft skill mahasiswa melalui pengalaman langsung dari para praktisi. Dengan tema yang diangkat, diharapkan mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai bagaimana menjadi Data Scientist yang mampu menarik perhatian dan memberikan dampak.
Kegiatan ini dibuka secara simbolis oleh Kaprodi, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber, serta dimoderatori oleh Ibu Ira Safitri, M.Si., MSc., selaku dosen Sains Data.
Materi Studium Generale

Narasumber memaparkan materi “Echoes of Insight: Becoming a Data Scientist Who Commands Attention.” Tema ini diangkat karena banyak praktisi Data Science yang bagus secara teknis, namun tidak mampu menyampaikan temuannya secara berdampak. Narasumber juga mengutip kalimat Albert Einstein: “If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough.”
Berikut empat poin utama materi narasumber:
- The Missing Link
Aspek non-teknis menjadi penting saat akurasi tidak cukup. Penyebab gagalnya implementasi model Data Science di antaranya:- Pengambil keputusan tidak memahami model.
- Tim teknis gagal menerjemahkan model menjadi nilai bisnis.
- Kurangnya perhatian terhadap kepentingan pemangku kepentingan.
Data VentureBeat 2019 menyatakan bahwa 87% proyek Data Science tidak berlanjut ke tahap produksi. Ini menunjukkan bahwa akurasi bukan segalanya, tetapi dampak dan komunikasi juga penting.
- The Complete Data Scientist
Narasumber menyampaikan bahwa seorang Data Scientist yang lengkap memiliki empat hal:- Technical skills.
- Communication skills.
- Domain knowledge.
- Influence skills.
- Storytelling with Data
Otak manusia memahami cerita lebih cepat dibandingkan angka. Dengan visualisasi, otak merespons 60.000 kali lebih cepat dibanding teks. Narasumber mencontohkan Florence Nightingale yang menyampaikan pesan dengan visualisasi “diagram mawar” dan berdampak besar terhadap reformasi sanitasi. Lima elemen penting dalam storytelling:- Konteks (mengapa penting),
- Karakter (siapa yang terdampak),
- Konflik (apa masalahnya),
- Perjalanan (bagaimana menemukannya),
- Resolusi (apa yang harus dilakukan).
Salah satu studi kasus adalah penurunan drastis pelanggan baru bulan pertama karena ada hambatan saat proses onboarding.
- Negotiation & Influence Skills
Analogi gunung es menunjukkan bahwa analisis hanyalah permukaan dari tantangan organisasi. Di bawah permukaan ada:- Keterbatasan sumber daya,
- Perspektif pemangku kepentingan,
- Ketidakselarasan rekomendasi dengan kondisi organisasi.
- Berkomunikasi secara konsisten.
- Membangun personal branding.
- Menepati komitmen.
- Menyusun portofolio yang kuat.
Mahasiswa Sains Data sangat antusias dan aktif selama kegiatan berlangsung. Banyak pertanyaan diajukan kepada narasumber, yang menunjukkan ketertarikan peserta terhadap topik yang dibawakan.















