DARI CODING KE INSIGHT (DCI): PELATIHAN PENGEMBANGAN WEBSITE DAN ANALITIK DATA DENGAN POSTHOG UNTUK PORTOFOLIO DIGITAL SISWA SMKN 2 BANDAR LAMPUNG

Sesi foto bersama tim dosen ITERA, mahasiswa fasilitator, dan para siswa SMKN 2 Bandar Lampung di akhir acara. 

PROGRAM STUDI SAINS DATA — Tim Dosen Program Studi Sains Data dan Teknik Elektro ITERA menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “DARI CODING KE INSIGHT (DCI): PELATIHAN PENGEMBANGAN WEBSITE DAN ANALITIK DATA DENGAN POSTHOG UNTUK PORTOFOLIO DIGITAL SISWA SMKN 2 BANDAR LAMPUNG”. Kegiatan ini diselenggarakan pada periode 30 September – 28 Oktober 2025 di SMKN 2 Bandar Lampung.

Kegiatan ini ditujukan untuk siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) kelas XI. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Bapak Ardika Satria, M.Si. sebagai pemateri utama, bersama tim dosen dari Program Studi Sains Data yaitu Ibu Luluk Muthoharoh, S.Si., M.Si. dan Ibu Ira Safitri, M.Si., serta dari Program Studi Teknik Elektro yaitu Ibu Khansa Salsabila Suhaimi, M.T..

Suasana pembukaan kegiatan PkM yang dihadiri oleh siswa SMKN 2 Bandar Lampung.

Momen penyerahan cinderamata sebagai tanda kerja sama antara ITERA dan SMKN 2 Bandar Lampung.

Acara dibuka oleh Nobel Nizam Fathirizki. Sambutan disampaikan oleh Ketua Tim PkM, Bapak Ardika Satria, M.Si., serta perwakilan dari pihak sekolah, yaitu Bapak Slamet Maryadi, S.Kom. selaku Ketua Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Bapak Arif Hidayat, S.Kom. selaku Guru RPL SMKN 2 Bandar Lampung.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Konsumerz. Pelatihan ini dilatarbelakangi adanya kesenjangan antara kurikulum sekolah dengan kebutuhan industri digital saat ini. Tujuannya adalah menjembatani gap tersebut dengan memperkenalkan hybrid skill yang menggabungkan keahlian Web, Data, dan Analytics, sehingga siswa tidak hanya membuat laporan statis tetapi aplikasi web interaktif yang membuktikan kemampuan end-to-end.

Pelatihan ini difokuskan untuk meningkatkan kompetensi siswa agar mampu membangun aplikasi web full-stack dan mengintegrasikannya dengan alat analitik. Struktur program “Dari Nol Sampai Jadi” ini mencakup beberapa modul utama, meliputi:

  • Pengenalan Next.js & Setup Proyek: Setup lengkap tools (Node.js, GitHub, Vercel) dan pemahaman konsep Server-Side Rendering (SSR).
  • Struktur Halaman & Styling: Menguasai App Router dan styling cepat menggunakan TailwindCSS.
  • Menjembatani Data & Web: Melakukan Exploratory Data Analysis (EDA) dengan Python (Pandas, Seaborn) dan membuat API Routes untuk data dinamis.
  • Visualisasi & Autentikasi: Membangun dashboard interaktif (menggunakan Chart.js/Recharts) dan implementasi sistem login dengan NextAuth.
  • Analisis Web dengan PostHog: Mempelajari skill kelas industri untuk melacak perilaku pengunjung, pageview, dan funnel.
  • Final Project & Deployment: Mempublikasikan portofolio ke Vercel sebagai showcase analisis Python dan dashboard interaktif.

Pemateri utama, Ardika Satria, M.Si., sedang memaparkan modul pelatihan kepada para peserta.

Sebagai pemateri utama, Bapak Ardika Satria, M.Si. memberikan arahan teknis sekaligus motivasi. Ia menyampaikan:

“Portofolio modern harus interaktif, dinamis, dan ‘hidup’. Visi kami adalah membangun portofolio web yang tidak hanya cantik, tapi juga membuktikan keahlian data science dan web analytics-mu. Dengan menggabungkan keahlian Web, Data, dan Analytics, siswa dapat menunjukkan kemampuan ‘end-to-end’, dari olah data hingga menjadi produk jadi. Ini bukan sekadar CV statis, tapi portofolio nyata yang siap kamu tunjukkan kepada dunia.”

Peserta mengikuti sesi praktik dengan pendampingan langsung dari dosen dan mahasiswa fasilitator.

Sesi penutup yang dilaksanakan pada 28 Oktober 2025 diawali dengan sambutan dari Ketua Tim PkM, Bapak Ardika Satria, M.Si., yang sekaligus membuka sesi untuk melanjutkan modul pembuatan website. Setelah itu, para siswa mengerjakan evaluasi (post-test) untuk mengukur pemahaman akhir mereka. Sesi pelatihan lanjutan kemudian berjalan interaktif dengan bimbingan langsung dari tim mahasiswa fasilitator yang terdiri dari Rolas Agusta Nugrahadi, Dzaki Anada Bowo (Teknik Elektro), Arya Muda Siregar, Muhammad Fadil Alfaizi, Nobel Nizam Fathirizki, dan Khairunnisa Maharani (Sains Data).

Pemberian apresiasi kepada tiga siswa terbaik yang berhasil menyelesaikan seluruh modul pelatihan. 

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memilih tiga siswa terbaik yang telah berhasil menyelesaikan modul untuk diundang berkunjung ke ITERA. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembagian stiker sebagai merchandise kepada seluruh peserta. Kegiatan ini diakhiri dengan penyampaian kesan dan pesan dari salah satu perwakilan siswa sebelum ditutup secara resmi dengan sesi foto bersama.

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi web dan analitik siswa agar relevan dengan kebutuhan industri digital, serta menghasilkan lulusan yang siap bersaing dengan bekal portofolio proyek yang relevan.

Echoes of Insight: Becoming a Data Scientist Who Commands Attention

STUDIUM GENERALE, 3 MEI 2025

Program Studi Sains Data Fakultas Sains (FS) ITERA telah menyelenggarakan kegiatan rutin Studium Generale ke-22 Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 dengan tema “Echoes of Insight: Becoming a Data Scientist Who Commands Attention.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 3 Mei 2025, dengan narasumber Bapak Adhi Rahmadian, M.Si., seorang Data Scientist, Dosen, sekaligus petani hortikultura.

Pada pembukaan kegiatan, Kaprodi Sains Data, Bapak Tirta Setiawan, S.Pd., M.Si., memberikan sambutan bahwa Studium Generale bertujuan memberikan wawasan tambahan di luar materi perkuliahan, serta meningkatkan soft skill mahasiswa melalui pengalaman langsung dari para praktisi. Dengan tema yang diangkat, diharapkan mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai bagaimana menjadi Data Scientist yang mampu menarik perhatian dan memberikan dampak.

Kegiatan ini dibuka secara simbolis oleh Kaprodi, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber, serta dimoderatori oleh Ibu Ira Safitri, M.Si., MSc., selaku dosen Sains Data.

Materi Studium Generale

Narasumber memaparkan materi “Echoes of Insight: Becoming a Data Scientist Who Commands Attention.” Tema ini diangkat karena banyak praktisi Data Science yang bagus secara teknis, namun tidak mampu menyampaikan temuannya secara berdampak. Narasumber juga mengutip kalimat Albert Einstein: “If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough.”

Berikut empat poin utama materi narasumber:

  1. The Missing Link
    Aspek non-teknis menjadi penting saat akurasi tidak cukup. Penyebab gagalnya implementasi model Data Science di antaranya:
    • Pengambil keputusan tidak memahami model.
    • Tim teknis gagal menerjemahkan model menjadi nilai bisnis.
    • Kurangnya perhatian terhadap kepentingan pemangku kepentingan.
      Data VentureBeat 2019 menyatakan bahwa 87% proyek Data Science tidak berlanjut ke tahap produksi. Ini menunjukkan bahwa akurasi bukan segalanya, tetapi dampak dan komunikasi juga penting.
  2. The Complete Data Scientist
    Narasumber menyampaikan bahwa seorang Data Scientist yang lengkap memiliki empat hal:
    • Technical skills.
    • Communication skills.
    • Domain knowledge.
    • Influence skills.
  3. Storytelling with Data
    Otak manusia memahami cerita lebih cepat dibandingkan angka. Dengan visualisasi, otak merespons 60.000 kali lebih cepat dibanding teks. Narasumber mencontohkan Florence Nightingale yang menyampaikan pesan dengan visualisasi “diagram mawar” dan berdampak besar terhadap reformasi sanitasi. Lima elemen penting dalam storytelling:
    • Konteks (mengapa penting),
    • Karakter (siapa yang terdampak),
    • Konflik (apa masalahnya),
    • Perjalanan (bagaimana menemukannya),
    • Resolusi (apa yang harus dilakukan).
      Salah satu studi kasus adalah penurunan drastis pelanggan baru bulan pertama karena ada hambatan saat proses onboarding.
  4. Negotiation & Influence Skills
    Analogi gunung es menunjukkan bahwa analisis hanyalah permukaan dari tantangan organisasi. Di bawah permukaan ada:
    • Keterbatasan sumber daya,
    • Perspektif pemangku kepentingan,
    • Ketidakselarasan rekomendasi dengan kondisi organisasi.
    Dalam sesi “Building Your Influence,” narasumber menyampaikan bahwa seorang analis perlu berkembang menjadi penasihat strategis. Caranya:
    • Berkomunikasi secara konsisten.
    • Membangun personal branding.
    • Menepati komitmen.
    • Menyusun portofolio yang kuat.

Mahasiswa Sains Data sangat antusias dan aktif selama kegiatan berlangsung. Banyak pertanyaan diajukan kepada narasumber, yang menunjukkan ketertarikan peserta terhadap topik yang dibawakan.

Sukses! Diskusi Kelompok Terumpun Kurikulum Program Studi Sains Data Bersama Stakeholder Industri Hasilkan Ide Baru untuk Pengembangan Kompetensi Mahasiswa

Program Studi Sains Data, Fakultas Sains (FS), Institut Teknologi Sumatera (ITERA) telah sukses menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terumpun atau Focus Group Discussion Kurikulum pada hari Sabtu, 26 Oktober 2024. FGD Kurikulum ini menghadirkan beberapa narasumber dari berbagai stakeholder seperti BPS Provinsi Lampung, GMP, BMKG, dan Telkom. FGD Kurikulum ini dibuka oleh Bapak Tirta Setiawan, S.Pd., M.Si. selaku Kepala Program Studi Sains Data. “Dalam penyusunan kurikulum kita perlu merancang detail terkait dengan kebutuhan dari dunia kerja atau perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Kami sudah memiliki banyak inputan dari mahasiswa yang magang dan berkegiatan di beberapa instansi dan masukannya juga cukup banyak terkait dengan kurikulum dan bahkan sangat spesifik di beberapa kompetensi di berbagai mata kuliah. Oleh karena itu di kesempatan ini saya sebagai Koordinator prodi mewakili bagian kurikulum di program studi Sains Data meminta banyak sekali inputan terkait dengan kebutuhan dari setiap kompetensi dari perusahaan yang Bapak Ibu pimpin”. Setelah menyambut narasumber yang hadir pada acara ini, selanjutnya Bapak Tirta Setiawan, S.Pd., M.Si. menjelaskan terkait tentang program studi sains data di ITERA termasuk student body, minat dan penjelasan tentang sains data. Setelah menjelaskan terkait program studi sains data, dilanjutkan penjelasan tentang kurikulum di program studi sains. Kurikulum disusun mulai dari fundamental seperti matematika, statistik, hingga mata kuliah teknis lanjutan yang terkait dengan analisis data spasial, bioinformatika, pemodelan data, dan teknologi basis data. Terdapat mata kuliah pilihan mulai dari semester 5-8 dengan fokus pada data engineering, domain development, dan keterampilan soft skill. Mulai dari Profil Lulusan, Capaian Pembelajaarn Lulusan, hingga Bahan Kajian untuk tiap Mata kuliah dijelaskan dalam acara FGD Kurikulum ini.


Dalam kesempatan ini, beberapa narasumber memberikan pesan dan masukan antara lain dari perwakilan BPS, Ibu Nurika Damayanti, S.ST., M.Stat. menyampaikan bahwa mahasiswa yang menjalani MBKM dan Kerja Praktik (KP) sudah mampu menyelesaikan proyek dengan baik, terutama dalam hal analisis data. Mahasiswa dapat mengolah data dengan tools seperti Python dan R, yang lebih up-to-date dibandingkan software sederhana seperti SPSS yang biasa kami gunakan. Ini juga memberi BPS wawasan baru tentang metode analisis data terkini. Namun, ada catatan terkait CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) ke-8 disignifikankan, bagaimana mahasiswa berkomunikasi. Secara keilmuan mahasiswa memang mampu, namun bagaimana cara berkomunikasinya itu masih kurang, sehingga BPS merasa kurangnya kemampuan membuka komunikasi efektif ini menjadi PR bersama agar mereka dapat berkomunikasi dengan lebih baik di dunia kerja. BPS juga melihat adanya perbedaan gaya komunikasi antara generasi mereka dan generasi milenial ke atas. Hal ini memunculkan tantangan komunikasi lintas generasi yang perlu diatasi.
Sedangkan dari GMP bidang Perkebunan, Bapak Saefudin menyampaikan bahwa adanya ekspektasi untuk fresh graduate yang masuk ke middle management, karena melibatkan
interaksi dengan top management. Mereka perlu lebih terbiasa menyampaikan laporan dalam bentuk executive summary, bukan laporan rinci, kemampuan tersebut masih perlu ditingkatkan. Beberapa kemampuan yang harus ditingkatkan lagi, yaitu: Leadership, Akuntabilitas, dan Inisiatif. Lulusan prodi Sains Data diharapkan mampu menghadapi tantangan dengan keberanian, khususnya penting bagi generasi Gen Z yang cenderung memilih zona nyaman. Bertanggung jawab penuh atas hasil kerja, baik secara individu maupun tim. Proaktif dalam meningkatkan performa dan hasil kerja sesuai kebutuhan lapangan. Salah stu contohnya mampu menghasilkan laporan eksekutif summary yang ringkas untuk top management.


Selain itu dari perwakilan Telkom, Bapak Ir. Agus Laksono, MM. menyampaikan kebutuhan terhadap Data Scientist. Telkom diharapkan dapat merekrut lebih banyak data scientist untuk mendukung proyek di bidang robotik, analitik, dan sensor. Pentingnya profesi baru seperti learning engineer dan data scientist. Terdapat perubahan dalam industri di mana beberapa pekerjaan hilang, tetapi juga banyak pekerjaan baru yang muncul. Ada permintaan tinggi untuk posisi seperti data scientist, sales development, representative, success manager, dan tech engineer, dengan kebutuhan mencapai ribuan orang. Begitupun untuk struktur jabatan dari level junior hingga VP, termasuk posisi seperti data analyst dan data engineer. Selain itu, Lulusan, terutama yang baru lulus, sering kali belum memiliki kemandirian yang cukup dan kurang siap dalam hal keterampilan teknis yang diperlukan. Kemandirian sangat penting, terutama bagi posisi junior hingga senior. Lulusan diharapkan dapat berinisiatif dan tidak hanya menunggu instruksi. Tidak hanya itu, Mahasiswa umumnya memiliki keterampilan teknis yang kuat, tetapi soft skills mereka, seperti inisiatif dan kreativitas, sering kali kurang berkembang. Beberapa mahasiswa yang proaktif selama magang menunjukkan kemampuan inovatif dan inisiatif yang signifikan. Alat dan teknologi baru, seperti machine learning dan data engineering, sangat diperlukan di industri. Mahasiswa yang telah terpapar dengan alat tersebut menunjukkan peningkatan kecepatan dan efisiensi dalam menyelesaikan tugas.


Selanjutnya perwakilan dari BMKG, Bapak Febri Sugiansyah, M.Si. menyampaikan pendapat tentang ekspektasi terhadap lulusan program studi sains data, dan terkait kesesuain kurikulum di dunia industry khususnya BMKG, yaitu: Mahasiswa diharapkan terus meningkatkan pembelajaran dan memperbarui pengetahuan mereka untuk mengikuti kemajuan teknologi. Keterampilan seperti kolaborasi, komunikasi, dan kepemimpinan diharapkan sudah ada pada mahasiswa. BMKG tidak mengalami kesulitan dalam hal konsultasi harian antara mahasiswa dan pegawai, yang mendukung pembelajaran. Mahasiswa yang menjalani magang di BMKG telah menunjukkan kinerja yang baik dalam problem solving dan adaptasi terhadap lingkungan
kerja. Program studi sains data juga diharapkan memiliki kesesuaian antara bahan kajian dan mata kuliah yang diajarkan dengan kebutuhan keterampilan yang dibutuhkan di BMKG, terutama dalam analisis data.

Studium Generale : Developing Strategic Plans To Drive Business Growth

Program studi Sains Data dari Institut Teknologi Sumatera dengan bangga menyelenggarakan sesi Studium Generale dengan tema “Developing Strategic Plans To Drive Business Growth” pada hari Sabtu, 17 Februari 2024. Kegiatan ini dilakukan secara  online melalui Zoom, dengan jumlah tampungan yang mencapai lebih dari 250 peserta.

Studium Generale merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa diluar kelas wajib, sesi kali ini berfokus pada pembahasan peran penting perencanaan strategis untuk mengarahkan pertumbuhan bisnis dan hubungannya dengan Big Data. Pada kegiatan ini, selain menerima informasi para peserta juga dapat mengajukan pertanyaan hingga berdiskusi langsung dengan narasumber terkait materi.

Pembicara pada acara Studium Generale kali ini adalah Nurhainah Nadira Sitorus, seorang Digital Business Development Analyst, beliau merupakan seorang Data Analyst yang berfokus pada pengembangan bisnis dan telah bekerja dibeberapa Perusahaan seperti Shopee dan Astra Credit Companies. Melalui informasi yang disampaikain oleh beliau, para peserta dapat memiliki sudut pandang baru mengenai pengembangan bisnis menggunakan Big Data dan aplikasinya secara langsung didunia pekerjaan.

Pada acara ini, terlihat bahwa para peserta sangat antusias untuk mendalami topik kali ini, para peserta bahkan tidak henti-hentinya menyampaikan pendapat serta pertanyaannya baik melalalui kolom komentar maupun dengan raise hand dan open mic secara langsung, mereka tampak semangat untuk memperoleh pengetahuan dan inspirasi dalam ranah sains data dan stategi bisnis yang diberikan.

Dapat disimpulkan bahwa acara Studium Generale kali ini yang mengangkat tema “Developing Strategic Plans To Drive Business Growth” yang disampaikan oleh Nurhainah Nadira Sitorus sebagai pembicara, telah berlangsung dengan sukses. Acara ini juga menunjukkan semangat yang tinggi dari para peserta untuk mendapatkan pengetahuan  baru terkait bidang Sains Data.

Para peserta yang mayoritas adalah mahasiswa turut aktif mengikuti acara studium general ini dengan menyampaikan berbagai pertanyaan pada sesi tanya jawab. Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta dapat memahami materi Developing Strategic Plans To Drive Business Growth.

Studium Generale: How To Think as Data Analyst

Dengan perkembangan teknologi saat ini telah membuka peluang yang sangat besar dalam membangun pengetahuan dibidangekonomi. Salah satu potensi besar yang diterapkan dalam ekonomi adalah data analis. Perkembangan dalam dunia ekonomi dapat dirasakan di era modern ini seperti berkembangnya teknologi tekonologi dalam dunia otomotif yaitu Electric Vehicle. Perkembangan teknologi dalam dunia ekonomi sangat erat kaitannya dengan perkembangan analisis data, oleh karena itu untuk memberi wawasan untuk mahasiswa ITERA khususnya mahasiswa sains data, prodi sains data mengadakan stadium general dengan tema “How to Think as Data Analyst”  yang dilaksanakan pada tanggal 25 November  2023 pada jam 09.00 – 11.30 WIB dengan platform zoom secara daring dengan narasumber bapak Bayu Imadul Bilad, selaku Senior Associate Data Analyst di Traveloka.

Dalam stadium general ini dihadiri Koordinator Program studi Sains Data ITERA yaitu Tirta Setiawan,S.Pd.,M.Si., dan memberikan sambutan dan menyampaikan ucapan terimakasih kepada bapak Bayu Imadul Bilad selaku narsumber dan berharap dalam kegitan stadium general dengan tema “How to Think as Data Analyst”, mahasisawa sains data ITERA dapat menimba ilmu dari professional dalam bidang ekonomi, sehingga mahasiswa dapat mendapatkan referensi terkait bidang analisis data pada sektor ekonomi.  

Dalam penjabarannya bapak Bayu Imadul Bilad adalah lulusan Universitas Lampung dan Institut Teknologi Bandung yang bergelut dalam bidang analisis data sejak tahun 2021 dan merupakan Senior Associate Data Analyst Traveloka. Dalam pemaparan Pak Bayu menyampaikan terkait analisis data dan peranannya dalam bidang ekonomi serta menceritakan pengalaman, tips dan trik, contoh penerapan analisis data dalam permasalahan dunia nyata dengan pengalaman pelaku di dunia professional bidang analisis data, dalam pemaparan stadium general ini dipaparkan korelasi dan keterkaitan antara analisis data dan ekonomi serta peluang masa depan yang dapat dikembangkan. Dalam acara ini mahasiwa sangat aktif bertanya terkait tema stadium general dengan dipandu oleh moderator yaitu Mika Alvionita Sitinjak, M.Si. dengan pertanyaan berkaitan dengan korelasi, penerapan dan hubungan analisis data dalam ekonomi serta penerapannya pada industri Electric Vehicle, antusias mahasiswa disambut baik oleh narasumber Bapak Bayu Imadul Bilad, dengan jawaban sesuai praktek analisis data yang dimiliki.   

Agenda stadium general dengan tema “How to Think as Data Analyst” yang dilakukan oleh Program Studi Sains Data ITERA dengan bertujuan membuka wawasan mahasiswa sains data ITERA khususnya terkait dengan peran sains data terkhusus analisis data untuk bidang ekonomi sehingga mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan terkait dengan analisis data bidang ekonomi, dengan pengalaman narasumber yang berprofesi sebagai Senior Associate Analyst dari sebuah perusahaan teknologi di bidang ekonomi, diharapkan mahasiswa khususnya mahasiswa data sains ITERA termotivasi membangun ide untuk bergelut di bidang ekonomi baik di sumatera maupun Indonesia.  Kegiatan ini berjalan dengan adanya partisipasi dan kerjasama yang baik dari semua pihak. Semoga dengan adanya kegiatan ini, dapat memberikan manfaat secara nyata.

Peran Sains Data Dalam Perkembangan E-Commerce

Hai Sobat Data!

Pernah kepikiran ga si, kok bisa yaa tiap kita menggunakan jasa e-commerce seperti Shope, Toko Pedia dan Bukalapak maka kita bakal disuguhkan berbagai rekomendasi dari berbagai macam barang, kok rasanya pihak E-commerce bisa tahu betul kebutuhan serta preference kita?

Ternyata ini rahasianya, platform-platform E-commerce ini menggunakan Sains Data dalam analisis pelanggannya lho. Hal ini dilakukan untuk menaikkan daya beli para pelanggan dengan cara menampilkan produk-produk yang mungkin akan mereka suka sehingga penjualan dapat ditingkatkan, untuk melakukan ini tentu saja dibutuhkan algoritma- algoritma yang baik, beberapa contohnya adalah algoritma Content Based Filtering atau pemfilteran berbasis konten di mana sistem ini memberikan rekomendasi untuk menebak apa yang disukai pengguna berdasarkan aktivitas pengguna tersebut. selain itu terdapat pula algoritma collaborative filtering yang bekerja dengan cara mencari kemiripan antar penggunanya.

Nah jika tadi kita sudah membahas mengenai algoritma-algoritma yang digunakan, maka kali ini kita akan mencari tahu motif-motif utama yang biasanya digunakan dalam sistem rekomendasi itu sendiri, diantaranya adalah :
1. Cross Sell yaitu teknik penjualan dengan mendorong konsumen membeli produk tambahan yang masih relevan denga napa yang telah dibeli sebelumnya. Contohnya Ketika kamu membeli laptop maka kamu juga akan diberikan rekomendasi tas laptop.
2. Upselling merupakan teknik marketing yang membujuk para pelanggan untuk membeli benda serupa namun dengan kualitas yang lebih baik, sebagai contoh jika kamu mencari sebuah tas maka sistem rekomendasi akan menampilkan berbagai tas lain yang lebih baik dari tas pilihanmu sebelumnya.

Selain dari sistem rekomendasi, sains data juga dapat digunakan dalam analisis garansi produk, hal ini dapat memberikan info kepada pihak E-commerce mengenai masa pakai produk,masalah serta pengembalian produk, dengan info ini pihak E-commerce dan penjual dapat melakukan pengawasan terhadap produk-produk mereka.

Ga sampai disini aja, ilmu sains data juga banyak diterapkan pada penetuan harga dari berbagai produk lho, agar pihak penjual dapat menentukan harga yang tepat yaitu tidak terlalu mahal ataupun murah maka mereka membutuhkan informasi mengenai hal-hal yang mempengaruhi harga dari produk tersebut, sebagai contoh harga yang diberikan oleh pesaing, kemampuan konsumen dalam membayar produk dan lain sebagainya.

Nah daritadi kita sudah membahas mengenai cara sains data meningkatkan penjualan pada platform E-commerce dengan menggunakan sistem rekomendasi, analisis garansi serta analisis harga, eitss tapi bukan itu aja lho kegunaan dari ilmu sains data, sains data juga dapat digunakan untuk mencegah Perusahaan E-commerce dalam mengalami kerugian, gimana caranya? Yuk kita Simak !

E-commerce juga menghadapi masalah dalam terhadap kejahatan digital, ada banyak pihak yang dapat melakukan penipuan pada transaksi yang terjadi di E-commerce, karena itu diperlukan sistem yang dapat mendeteksi adanya kegiatan-kegiatan tidak wajar yang dilakukan para pengguna. Dalam hal ini, sains data berguna karena dapat mengumpulkan informasi-informasi dari para pengguna serta melakukan pengamatan dan analisis pada kegiatan yang dilakukan, dengan adanya analisis ini maka pihak platform E-commerce akan menerima pemberitahuan mengenai kecurigaan penipuan dan dapat mencegah aktivitas ini. CNN Indonesia menyebutkan bahwa hingga September 2021, terdapat 115.756 kasus penipuan yang dilakukan baik melalui E-commerce ataupun media sosial, hal ini tentunya merugikan pihak pembeli maupun reputasi dari E-Commerce itu sendiri. Dengan sains data maka hal-hal seperti ini dapat ditekan jumlahnya.

Selain menghindarkan platform E-commerce dari kemungkinan-kemungkinan penipuan yang dapat terjadi, ilmu sains data juga dapat digunakan dalam manajemen inventaris, manajemen inventaris yang lebih baik akan dapat menampilkan perkiraan dari produk-produk yang akan memiliki angka penjualan tinggi dan juga rendah, hal ini membantu Perusahaan dalam mengambil keputusan, produk mana yang dapat dijadikan investasi dalam jangka waktu pendek dan Panjang. Dengan adanya sistem ini maka pihak E-commerce akan dapat menghindari kerugian dari investasi tak berbuah sehingga dapat mencapai keuntungan yang terbaik.

Dari tulisan diatas dapat kita simpulkan bahwa sains data berperan penting dalam keberlangsungan E-commerce, contohnya seperti penerapan ilmu sains data dalams sistem rekomendasi, penentuan harga, penetuan garansi serta pencegahan penipuan dan analisis investasi.

Lalu apakah E-commerce tetap dapat berjalan tanpa sains data? Tentu bisa, namun pengalaman pengguna tidak akan sebaik saat adanya penerapan sains data, selain itu pihak E-commerce akan kesulitan dalam meningkatkan penjualan dan menghindari kerugian.