
“Financial Technology dan Sains Data: Peluang dan Tantangan di Era Digital”
Studium Generale, 14 Juni 2026
“Financial Technology dan Sains Data: Peluang dan Tantangan di Era Digital”
Program Studi Sains Data, Institut Teknologi Sumatera

Program Studi Sains Data, Fakultas Sains (FS), Institut Teknologi Sumatera (ITERA) sukses menyelenggarakan Studium Generale keempat pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dengan mengusung tema “Financial Technology dan Sains Data: Peluang dan Tantangan di Era Digital”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 14 Juni 2026 secara daring melalui Zoom Meeting dan menghadirkan dua narasumber dari PT Bank SMBC Indonesia, yaitu Abednego Torang Bolon Panjaitan, S.Kom selaku Digital Banking MIS & Analytics Specialist serta Ilham Tubagus Arfian, S.Kom selaku Digital Banking Solution Developer.


Pada pembukaan kegiatan Studium Generale, disampaikan kata sambutan dari Kepala Program Studi Sains Data ITERA, Bapak Tirta Setiawan, S.Pd., M.Si. Beliau menyampaikan bahwa Studium Generale merupakan sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan dan pengalaman praktis langsung dari para profesional di dunia industri. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan baik serta aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Beliau juga menjelaskan bahwa tema “Financial Technology dan Sains Data: Peluang dan Tantangan di Era Digital” merupakan topik yang sangat relevan dengan perkembangan bidang Sains Data saat ini. Meskipun, mata kuliah Financial Technology pernah diajarkan pada kurikulum sebelumnya dan tidak lagi tersedia pada kurikulum terbaru, pemahaman mengenai FinTech tetap penting untuk dipelajari mengingat pesatnya transformasi digital di sektor keuangan yang didukung oleh pemanfaatan data. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh wawasan tambahan mengenai penerapan Sains Data dalam industri keuangan digital secara langsung dari para praktisi. Selanjutnya, kegiatan secara simbolis dibuka oleh beliau dan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dimoderatori oleh Ibu Fitri Nurjanah, S.Si., M.Mat., yang juga merupakan dosen Program Studi Sains Data ITERA.
Dalam pemaparannya, Abednego Torang Bolon Panjaitan, S.Kom menjelaskan bahwa data telah menjadi aset strategis utama di era digital. Setiap aktivitas perbankan digital, mulai dari pembukaan rekening, transaksi pembayaran, penggunaan aplikasi mobile banking, hingga pengajuan pinjaman, menghasilkan data yang dapat diolah menjadi informasi bernilai bagi perusahaan. Menurut beliau, keunggulan kompetitif industri perbankan saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh jumlah cabang atau infrastruktur fisik, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam mengelola dan memanfaatkan data untuk menghasilkan keputusan bisnis yang lebih tepat dan cepat.
Beliau juga menjelaskan bagaimana transformasi digital telah mengubah industri perbankan dari proses yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi layanan yang berbasis teknologi dan data. Dalam sistem perbankan modern, setiap transaksi menghasilkan berbagai jenis data seperti informasi transaksi, lokasi pengguna, perangkat yang digunakan, metode pembayaran, hingga data merchant. Berbagai data tersebut kemudian dimanfaatkan untuk meningkatkan pengalaman nasabah, mendukung manajemen risiko, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan.
Bapak Ilham Tubagus Arfian, S.Kom memaparkan pentingnya peran software engineering sebagai fondasi utama dalam ekosistem data. Beliau menjelaskan bahwa sebelum data dapat dianalisis, diperlukan sistem yang mampu mengumpulkan, menyimpan, dan mendistribusikan data dalam skala besar. Proses tersebut melibatkan berbagai komponen teknologi, mulai dari aplikasi pengguna, backend system, database, hingga data platform yang menjadi pusat pengelolaan data organisasi.
Pada sesi berikutnya, dijelaskan konsep data platform yang terdiri atas Data Lake, Data Warehouse, dan Data Mart. Data Lake berfungsi sebagai tempat penyimpanan data mentah dari berbagai sumber, sedangkan Data Warehouse digunakan untuk menyimpan data yang telah dibersihkan dan terstruktur sehingga siap dianalisis. Adapun Data Mart merupakan subset data yang telah disesuaikan dengan kebutuhan unit bisnis tertentu, seperti divisi kredit, fraud detection, maupun pemasaran. Melalui arsitektur ini, organisasi dapat mengelola data secara lebih efektif dan mendukung pengambilan keputusan yang berbasis data.
Selain membahas infrastruktur data, para narasumber juga menjelaskan berbagai peran profesional yang terlibat dalam pengelolaan data di industri perbankan. Beberapa profesi yang diperkenalkan antara lain Data Scientist, Data Engineer, Data Analyst, Business Intelligence Specialist, Software Engineer, serta Risk and Compliance Analyst. Masing-masing profesi memiliki tanggung jawab yang berbeda, namun saling berkolaborasi untuk menghasilkan solusi berbasis data yang dapat mendukung kebutuhan bisnis dan operasional perusahaan.
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa perkembangan karier di bidang data tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi dan tools semata. Pemahaman terhadap proses bisnis, khususnya bisnis perbankan dan keuangan, menjadi faktor yang sangat penting bagi seorang profesional data. Selain itu, kemampuan komunikasi, kesadaran terhadap risiko, kepatuhan terhadap regulasi, serta kemampuan menyampaikan hasil analisis kepada pengambil keputusan juga menjadi kompetensi yang harus dimiliki oleh talenta data masa depan.
Materi kemudian dilanjutkan dengan berbagai penerapan Data Science dalam industri perbankan. Salah satu penerapan yang dibahas adalah credit scoring, yaitu proses penilaian risiko kredit menggunakan data dan model analitik untuk membantu bank menentukan kelayakan pemberian pinjaman kepada nasabah. Dengan pendekatan berbasis data, proses penilaian kredit dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan objektif sehingga mampu mengurangi risiko kerugian bagi perusahaan.
Narasumber juga menjelaskan pemanfaatan data science untuk customer segmentation. Teknik ini digunakan untuk mengelompokkan nasabah berdasarkan karakteristik dan perilaku tertentu sehingga perusahaan dapat memberikan layanan, promosi, maupun penawaran produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing segmen pelanggan. Pendekatan tersebut dapat meningkatkan efektivitas pemasaran, memperkuat loyalitas pelanggan, serta menciptakan peluang cross-selling dan up-selling yang lebih baik.
Penerapan lainnya yang turut dibahas adalah KYC (Know Your Customer) Automation. Melalui pemanfaatan teknologi seperti Optical Character Recognition (OCR), face recognition, dan liveness detection, proses verifikasi identitas nasabah dapat dilakukan secara otomatis dan lebih efisien. Implementasi teknologi ini tidak hanya mempercepat proses onboarding nasabah, tetapi juga membantu perusahaan dalam memenuhi regulasi serta meminimalkan risiko tindak kejahatan keuangan.
Lebih lanjut, narasumber menjelaskan penggunaan predictive analytics dalam industri perbankan untuk memprediksi perilaku pelanggan dan tren bisnis di masa depan. Dengan memanfaatkan data historis serta algoritma machine learning, perusahaan dapat melakukan prediksi terhadap kemungkinan pelanggan berhenti menggunakan layanan, risiko kredit, hingga kebutuhan produk tertentu. Selain itu, teknologi chatbot berbasis kecerdasan buatan juga mulai banyak digunakan untuk memberikan layanan pelanggan selama 24 jam, meningkatkan pengalaman pengguna, serta mengurangi beban operasional perusahaan.
Di akhir sesi, para narasumber menyampaikan bahwa perkembangan Financial Technology dan Sains Data membuka peluang karier yang sangat luas bagi mahasiswa. Namun, mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan menguasai kemampuan teknis seperti pemrograman, basis data, machine learning, serta memahami proses bisnis dan kebutuhan industri. Dengan kombinasi kemampuan teknis dan pemahaman bisnis yang baik, lulusan Sains Data diharapkan mampu berkontribusi dalam mendorong transformasi digital di berbagai sektor, khususnya industri keuangan.
Para peserta yang mayoritas merupakan mahasiswa turut aktif dalam mengikuti kegiatan ini dengan menyampaikan berbagai pertanyaan pada sesi diskusi.



