
Sukses! Diskusi Kelompok Terumpun Kurikulum Program Studi Sains Data Bersama Stakeholder Industri Hasilkan Ide Baru untuk Pengembangan Kompetensi Mahasiswa
Program Studi Sains Data, Fakultas Sains (FS), Institut Teknologi Sumatera (ITERA) telah sukses menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terumpun atau Focus Group Discussion Kurikulum pada hari Sabtu, 26 Oktober 2024. FGD Kurikulum ini menghadirkan beberapa narasumber dari berbagai stakeholder seperti BPS Provinsi Lampung, GMP, BMKG, dan Telkom. FGD Kurikulum ini dibuka oleh Bapak Tirta Setiawan, S.Pd., M.Si. selaku Kepala Program Studi Sains Data. “Dalam penyusunan kurikulum kita perlu merancang detail terkait dengan kebutuhan dari dunia kerja atau perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Kami sudah memiliki banyak inputan dari mahasiswa yang magang dan berkegiatan di beberapa instansi dan masukannya juga cukup banyak terkait dengan kurikulum dan bahkan sangat spesifik di beberapa kompetensi di berbagai mata kuliah. Oleh karena itu di kesempatan ini saya sebagai Koordinator prodi mewakili bagian kurikulum di program studi Sains Data meminta banyak sekali inputan terkait dengan kebutuhan dari setiap kompetensi dari perusahaan yang Bapak Ibu pimpin”. Setelah menyambut narasumber yang hadir pada acara ini, selanjutnya Bapak Tirta Setiawan, S.Pd., M.Si. menjelaskan terkait tentang program studi sains data di ITERA termasuk student body, minat dan penjelasan tentang sains data. Setelah menjelaskan terkait program studi sains data, dilanjutkan penjelasan tentang kurikulum di program studi sains. Kurikulum disusun mulai dari fundamental seperti matematika, statistik, hingga mata kuliah teknis lanjutan yang terkait dengan analisis data spasial, bioinformatika, pemodelan data, dan teknologi basis data. Terdapat mata kuliah pilihan mulai dari semester 5-8 dengan fokus pada data engineering, domain development, dan keterampilan soft skill. Mulai dari Profil Lulusan, Capaian Pembelajaarn Lulusan, hingga Bahan Kajian untuk tiap Mata kuliah dijelaskan dalam acara FGD Kurikulum ini.

Dalam kesempatan ini, beberapa narasumber memberikan pesan dan masukan antara lain dari perwakilan BPS, Ibu Nurika Damayanti, S.ST., M.Stat. menyampaikan bahwa mahasiswa yang menjalani MBKM dan Kerja Praktik (KP) sudah mampu menyelesaikan proyek dengan baik, terutama dalam hal analisis data. Mahasiswa dapat mengolah data dengan tools seperti Python dan R, yang lebih up-to-date dibandingkan software sederhana seperti SPSS yang biasa kami gunakan. Ini juga memberi BPS wawasan baru tentang metode analisis data terkini. Namun, ada catatan terkait CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) ke-8 disignifikankan, bagaimana mahasiswa berkomunikasi. Secara keilmuan mahasiswa memang mampu, namun bagaimana cara berkomunikasinya itu masih kurang, sehingga BPS merasa kurangnya kemampuan membuka komunikasi efektif ini menjadi PR bersama agar mereka dapat berkomunikasi dengan lebih baik di dunia kerja. BPS juga melihat adanya perbedaan gaya komunikasi antara generasi mereka dan generasi milenial ke atas. Hal ini memunculkan tantangan komunikasi lintas generasi yang perlu diatasi.
Sedangkan dari GMP bidang Perkebunan, Bapak Saefudin menyampaikan bahwa adanya ekspektasi untuk fresh graduate yang masuk ke middle management, karena melibatkan
interaksi dengan top management. Mereka perlu lebih terbiasa menyampaikan laporan dalam bentuk executive summary, bukan laporan rinci, kemampuan tersebut masih perlu ditingkatkan. Beberapa kemampuan yang harus ditingkatkan lagi, yaitu: Leadership, Akuntabilitas, dan Inisiatif. Lulusan prodi Sains Data diharapkan mampu menghadapi tantangan dengan keberanian, khususnya penting bagi generasi Gen Z yang cenderung memilih zona nyaman. Bertanggung jawab penuh atas hasil kerja, baik secara individu maupun tim. Proaktif dalam meningkatkan performa dan hasil kerja sesuai kebutuhan lapangan. Salah stu contohnya mampu menghasilkan laporan eksekutif summary yang ringkas untuk top management.
Selain itu dari perwakilan Telkom, Bapak Ir. Agus Laksono, MM. menyampaikan kebutuhan terhadap Data Scientist. Telkom diharapkan dapat merekrut lebih banyak data scientist untuk mendukung proyek di bidang robotik, analitik, dan sensor. Pentingnya profesi baru seperti learning engineer dan data scientist. Terdapat perubahan dalam industri di mana beberapa pekerjaan hilang, tetapi juga banyak pekerjaan baru yang muncul. Ada permintaan tinggi untuk posisi seperti data scientist, sales development, representative, success manager, dan tech engineer, dengan kebutuhan mencapai ribuan orang. Begitupun untuk struktur jabatan dari level junior hingga VP, termasuk posisi seperti data analyst dan data engineer. Selain itu, Lulusan, terutama yang baru lulus, sering kali belum memiliki kemandirian yang cukup dan kurang siap dalam hal keterampilan teknis yang diperlukan. Kemandirian sangat penting, terutama bagi posisi junior hingga senior. Lulusan diharapkan dapat berinisiatif dan tidak hanya menunggu instruksi. Tidak hanya itu, Mahasiswa umumnya memiliki keterampilan teknis yang kuat, tetapi soft skills mereka, seperti inisiatif dan kreativitas, sering kali kurang berkembang. Beberapa mahasiswa yang proaktif selama magang menunjukkan kemampuan inovatif dan inisiatif yang signifikan. Alat dan teknologi baru, seperti machine learning dan data engineering, sangat diperlukan di industri. Mahasiswa yang telah terpapar dengan alat tersebut menunjukkan peningkatan kecepatan dan efisiensi dalam menyelesaikan tugas.
Selanjutnya perwakilan dari BMKG, Bapak Febri Sugiansyah, M.Si. menyampaikan pendapat tentang ekspektasi terhadap lulusan program studi sains data, dan terkait kesesuain kurikulum di dunia industry khususnya BMKG, yaitu: Mahasiswa diharapkan terus meningkatkan pembelajaran dan memperbarui pengetahuan mereka untuk mengikuti kemajuan teknologi. Keterampilan seperti kolaborasi, komunikasi, dan kepemimpinan diharapkan sudah ada pada mahasiswa. BMKG tidak mengalami kesulitan dalam hal konsultasi harian antara mahasiswa dan pegawai, yang mendukung pembelajaran. Mahasiswa yang menjalani magang di BMKG telah menunjukkan kinerja yang baik dalam problem solving dan adaptasi terhadap lingkungan
kerja. Program studi sains data juga diharapkan memiliki kesesuaian antara bahan kajian dan mata kuliah yang diajarkan dengan kebutuhan keterampilan yang dibutuhkan di BMKG, terutama dalam analisis data.



