Selasa, 1 agustus 2023, telah di umumkan hasil dari penilaian oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk program studi sains data Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Predikat yang di raih adalah terakreditasi Baik, yang tercatat mulau dari tanggal 1 agustus 2023 hingga 1 agustus 2028.
Dengan predikat yang baik, program studi sains data dapat mencapai berbagai manfaat dan tujuan yang berdampak positif bagi para mahasiswa, institusi pendidikan, dan masyarakat secara luas. Berikut beberapa harapan yang dapat diraih adalah akses lebih mudah ke Beasiswa dan dukungan keuangan bagi mahasiswa program studi sains data. Lalu Kolaborasi dengan Industri, yang mana sering kali membuka peluang kerjasama, magang, dan kesempatan penelitian bersama, sehingga mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata dalam aplikasi sains data di dunia nyata. Berkontribusi pada Masyarakat, dengan diraihnya predikat akreditasi baik program studi sains data dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada masyarakat untuk berbagai masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan melalui penelitian dan pengabdian kepada masyrakat. Penting untuk diingat bahwa akreditasi sendiri bukanlah tujuan akhir, tetapi merupakan alat untuk memastikan bahwa program studi telah mencapai standar kualitas tertentu dan bergerak menuju pengembangan yang berkelanjutan.
Pada tanggal 14-15 Juli 2023 Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) telah melakukan visitasi ke program studi sains data Institut Teknologi Sumatera. Asessor BAN-PT yang melakukan visitasi adalah Prof. Dr. Ir. Henny Pramoedyo, MS. dari Universitas Brawijaya dan Dr.Irhamah,M.Si. dari Institut Teknologi Sepuluh November, yang mana disambut oleh Rektor ITERA, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha dan segenap pimpinan ITERA.
Visitasi berlangsung selama dua hari dan berlangsung dengan lancar. Dimulai dengan pembukaan asesmen, pengenalan panel asesor. Selanjutnya, dilanjutkan dengan sesi bersama Pimpinan UPPS & Program Studi Sains Data untuk mengonfirmasi mengenai kebijakan makro pengembangan institusi, sistem tata pamong, sistem pengelolaan, capaian institusi yang dilaporkan, dan rencana pengembangan UPPS dan Program Studi Sains Data.
Agenda visitasi dilanjutkan dengan konfirmasi data LKPS/Excel Progam Studi Sains Data bersama dengan Tim Akreditasi Program Studi Sains Data. Pembahasan LKPS ini bertautan dengan penetapan data LKPS akhir yang akan dijadikan dasar penilaian butir kuantitatif. Kegiatan hari pertama ini juga dilanjutkan dengan sesi dengan mahasiswa, sesi dengan dosen dan tendik, dan kunjungan keliling ke beberapa sarana dan prasarana yang tersedia untuk melihat kondisi terkini.
Kegiatan visitasi pada hari kedua dilaksanakan penutupan dan diakhiri dengan Penyampaian feed back dan penandatangan Berita Acara AL oleh Program Studi Sains Data dan Tim Badan Akreditasi Perguruan Tinggi.
Ketua Jurusan Sains dan segenap sivitas akademika Jurusan Sains ITERA mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya kegiatan visitasi akreditasi oleh tim asessor BAN-PT dengan baik dan lancar, semoga kegiatan ini dapat menjadikan Program Studi Sains Data mampu mendapatkan akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).
Dengan perkembangan teknologi yang semakin berkembang pesat, membuka peluang bagi seorang Data Science untuk bekerja di berbagai bidang, salah satunya pada bidang Fintech. Guna meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai karir seorang Data Science di bidang Fintech, bersamaan dengan peluang tersebut prodi Sains Data bersama himpunan mahasiswa sains data (HMSD) mengadakan Studium Generale ke-8 dengan tema Data Science in Fintech Industry pada Sabtu, 26 Juni 2023 dengan menghadirkan narasumber Founder & CEO PT. AMA Salam Indonesia yaitu Bapak Agus Hermawan, S.Si., M.Si.
Koordinator Program Studi Sains Data ITERA, Tirta Setiawan,S.Pd.,M.Si dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada narasumber Agus Hermawan, S.Si., M.Si. yang telah bersedia hadir menjadi narasumber Studium Generale ke-8 prodi Sains Data, serta para civitas akademika ITERA yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir di Studium Generale. Tema pada Studium Generale ke-8 merupakan tema baru yang pertama kali diadakan oleh prodi Sanis Data. Dengan diadakannya Studium Generale ke- 8 diharapkan para peserta dapat mengambil info sebanyak banyaknya dari narasumber mengenai Sains Data dalam bidang Fintech.
Dalam penuturannya, Agus Hermawan, S.Si., M.Si. yang merupakan seorang Founder & CEO menyampaikan bahwa Fintech merupakan perusahaan yang berfokus pada deliver sebuah layanan keuangan kepada konsumen. Bidang Fintech sendiri sudah diregulasi oleh Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) dan Bank Indonesia ( BI ). Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Boston Consulting Group ( BCG ) tahun 2021 dijelaskan bahwa layanan keuangan bidang Fintech ( digital ) lebih baik jika dibandingkan dengan transaksi tradisional. Pada bidang Fintech diperlukan pengetahuan cloud computing, mobile services serta IoT yang baik.
Ditekankan kembali, sebagai seorang Data Scientist ( DS ) harus memiliki skill dan pengetahuan dalam bidang bisnis, matematika statistika dan ilmu komputer. Selain itu, seorang DS harus paham mengenai package, tools, dan library yang akan digunakan untuk memecahkan masalah dari sebuah dataset. Diera serba teknologi AI (Artificial intelligence) sudah banyak berkembang saat ini bahkan dalam berbagai aspek salah satunya pada bidang Fintech. Salah satu pendorong pertumbuhan Fintech adalah AI, dimana AI dapat membantu cost efficiency dan decision intelligence. AI sangat dibutuhkan dalam dunia Fintech, karena dengan adanya AI dapat membantu pekerjaan seorang DS dalam hal training sebuah dataset.. Berdasarkan pengalaman pemateri, bidang Data Science sendiri banyak melakukan pekerjaan preparing dan cleansing data karena terkadang sumber data yag didapatkan belum terstruktur dengan baik.
Dalam Studium Generale yang dimoderatori oleh Vidia M.Sc. juga dibahas bahwa suatu pengetahuan tidak bisa hanya berpatokan pada suatu keilmuan, yang artinya sebagai seorang Data Science kita harus terus menambah ilmu ataupun skill secara terus menerus karena sebagai seorang Data Scientist kita harus selalu up to date terhadap perkembangan teknologi yang ada.
Berikut nama-nama yang sudah lolos seleksi berkas :
Nama
NIM
Elisabeth Claudia Simanjuntak
122450123
Presilia
122450081
Farahanum Afifah Ardiansyah
122450056
Nabilah Andika Fitriati
121450139
Anita Rahma Pramoda Cahyani
121450154
Shula Talitha Ardhya Putri
121450087
Wahyudiyanto
121450040
Nabila Zakiyah Zahra
122450139
Muhammad Farhan
121450044
Nabila Azhari
121450029
Khoirul Amar Sidik
121450012
Khusnun Nisa
122450078
ANDRIAN AGUSTINUS LUMBAN GAOL
121450090
Christian Arvianus Nathanael Biran
121450112
Rizki Adrian Bennovry
121450073
Putri Intan Kirani
121450055
Sella Dianka Fitri
121450043
Silvia Azahrani
121450070
Halilah Roja Nasywa
121450046
Ratu Keisha Jasmine Deanova
122450106
Kharisma Gumilang
121450142
Putri Olivia Nuraeni
121450009
Proses seleksi selanjutnya adalah tahap interview pada tanggal 6 Juli 2023. Link Interview . Peserta yang diterima akan di umumkan sehari setelah tahap interview selesai.
Demikian pengumuman humas program studi sains data 2023.
Dalam era teknologi canggih yang terus berkembang, machine learning telah menjadi kekuatan pendorong yang luar biasa. Dengan kemampuan komputasi yang tinggi dan ketersediaan data yang melimpah, machine learning mampu menghadirkan transformasi yang luar biasa di berbagai bidang. Salah satu bidang tersebut adalah pengembangan model machine learning pada penilaian daur hidup(Life Cycle Assesment- LCA). Guna meningkatkan pemahaman mahasiswa seputar Pengembangan Model Machine Learning Pada Penilaian Daur Hidup, Prodi Sains Data bersama himpunan mahasiswa sains data (HMSD) menggelar kegiatan rutin Studium Generale dengan mengusung tema “Pengembangan Model Machine Learning Pada Penilaian Daur Hidup(Life Cycle Assesment- LCA)”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 30 Mei 2023 dengan menghadirkan narasumber Nugroho Adi Sasongko, Ph.D, IPU yang merupakan Kepala Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup.
Koordinator Program Studi Sains Data ITERA, Tirta Setiawan,S.Pd.,M.Si dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada narasumber Nugroho Adi Sasongko, Ph.D, IPU yang telah bersedia menjadi narasumber dengan harapan studium generale yang disampaikan memberikan gambaran awal mengenai peran machine learning dalam Life Cycle Assement(LCA) dan bagaimana kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan terdiri dari 3 pilar utama yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Dalam penuturannya, Nugroho Adi Sasongko, Ph.D, IPU menyampaikan Perancis merupakan negara dengan emisi paling stabil, pencapaian ini didukung dengan bantuan data sains yang efektif. Seseorang yang belajar data science harus interdispliner yaitu tidak hanya fokus pada satu database. Terdapat beberapa skill yang harus dimiliki salah satunya adalah machine learning. Tipe Machine learning yang sering digunakan adalah supervised learning yang terdiri dari klasifikasi dan regresi. Machine Learning dapat dikembangkan dalam penilaian daur hidup(Life Cycle Assessment- LCA).
Life Cycle Assessment (LCA) tidak hanya mencakup lingkungan tetapi bisa isu sosial seperti jumlah buruh,korupsi, tenaga kerja, dan sebagainya. Terdapat hubungan antara LCA dengan Carbon footprint yang mana carbon footprint merupakan salah satu bagian dari Life Cycle Impect Assessment. Pada tahun ini di Indonesia akan terdapat pasar karbon yang berasal dari pembangkit listrik. Machine learning model LCA untuk produk berbasis pendekatan mengggunakan data, yang mana machine learning akan membuat model dari dataset yang tersedia.
Pengembangan model machine learning dalam penilaian daur hidup (Life Cycle Assessment – LCA) membuka pintu menuju pemahaman yang mendalam tentang dampak lingkungan produk atau layanan. Dengan menggali data-data berharga yang tersebar di seluruh ranah digital, model-model canggih ini dapat memecahkan teka-teki kompleks yang tersembunyi dalam siklus hidup produk, membantu kita mengidentifikasi pola tersembunyi, mengoptimalkan desain berkelanjutan, dan bahkan memprediksi perilaku konsumen untuk masa depan yang lebih ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan teknologi digital, model-machine learning menjelma menjadi pemandu yang cerdas dalam perjalanan menuju masa depan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.